Minggu, 22 April 2012

My Inspiration Life


INANG
 

Hamo Raon.......... Haga Beon.......... Hasa Ngapon
 
Inang...
boasa ma tangissonon mu
sude sitaonokki
...
Inang...
boasa ma sai solsolan mu
sude sidangolokki
sude halungunokki
...
Arian nang bodari
ale inang...
ilum sai maraburan
...
Sibaran lapa-lapa
ale inang...
U nang be sai solsoli
...
Inang...
sai tangiakkon au inang da
boru mu na dangolon
...
Inang...
apusi ma ilum inang da
sude hutaon do i
pasonang ma roham


Glorious Idea for Student Exchange to Japan

Empowerement of Human Development Index
Written by: Broto Seno

The founding fathers of Indonesia has left a great trail of history in the course of this country life. An aspiration/ideal to become a sovereign state is the expectations of each citizen to obtain the glorious future. Sukarno once remarked that there are several case that must be considered if this country wants to advance, “Empowerement of Human Develeopment Index”. The consequence of this statement is our government should be able to construct this nation by understanding all foundational aspects of a sovereign state. To become a strong country, it is hard for Indonesia to stand alone without a good cooperation to its relatives. In bilateral liaison, there should be a reliance between the both countries. Reliance is a strategic instrument in enhancing the bilateral cooperation of a country.
Japan is a country that has been a partner of Indonesian bilateral cooperation in many fields for nearly 54 years. It is a country that has a major role in the free and active foreign policy for Indonesia because Japan's position became one of great strength to the world until this present time. Japan is widely recognized as one of the resilient countries in advancing the nation. It can be implemented as they have a strong commitment to advance since the beginning and they have embedded resilience in each personal of the citizen. Japan’s resilience yields its Human Development Index as one of the best in the world. United Nation Developments Programme (UNDP) reports that Japan occupies the top rank of human development index more than three times.
Can be Indonesia like Japan? Is this question too excessive? Human development index is measured from education and economic strength of a country. In internal scope, Indonesia mengajar is one of the latest breakthroughs conducted by Indonesia to strengthen the citizen education, while in external scope, Indonesia is grinding nation’s children to learn at Japan. This cooperation is carried out by Indonesia and Japan in the form of research, training, and student exchange. This is a proper strategic step conducted by Indonesia to produce qualified young generation, considering that Japan has eminent forging. Hard work, discipline, and persistence is their daily food there. This nation’s existence is in the next generation’s hand. Do the exchanged ones willing to go home and dedicate for their country? Hopefully they well understand the meaning of the song “Tanah airku tidak ku lupakan” and remember the slogan “Bali ndeso, mbangun ndeso” (back to village, build the village).
Economy is also the part of measured aspecs to determine the human development index quality. The regional autonomy that has been implemented is highly provide opportunities to cooperatee with third parties in successing the welfare of the Indonesian people. How is the regional government’s demeanor to answer these opportunity and chalenge? Some regions now begin to respon these stimulations. It is useful to construct their regions and in the future it will affect the national development aspiration. One of the cooperation forms between region and Japan in the case of utilizing mineral resources energy is establish INALUM company at Asahan, North Sumatera. INALUM is a company which help the operation of continued aluminum smelters and support the development of national aluminum industry groups. This company has generated regional economic development by providing assistance program for agricultural sector, conducting Vocational Training Course (VTC) program, giving revolving capital, and constructing harbor dock to increase the community's economy.
The illustration above one of the breakthroughs which can be conducted to establish a good cooperation and potentially to promote Indonesia. In essentials, each country should be able to maintain the reliance in order to enhance bilateral relation. Education and economy is like a pair of bicycle wheels which are positively correlated. The authorized regional autonomy must be answered by the region parties’ courage in helping the government to realize the national ideals. Symbiotic mutualism principle should always be kept in order to restrain the presence of injured party. Indonesia has great potential to develop qualified human resources.

Senin, 12 Desember 2011

HOPES



Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI

The “Green’’ Quality of a Leader

Puji syukur kehadirat Tuhan adalah hal pertama yang saya lakukan ketika terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia. Yang kedua saya ucapkan terima kasih pada masyarakat yang telah mengamanahkan tugas pada saya. Dengan hati yang bersih dan tulus saya luruskan niat saya menjadi anggota DPD. Saya memiliki visi dalam diri saya yaitu “Bernurani, Berbudi Pekerti Luhur dan Berkarakter Unggul” dalam membangun daerah yang kelak akan saya pimpin. Saya merasa tertantang untuk menjadi wakil daerah tertinggal seperti Papua. Seperti kita ketahui bahwa daerah tersebut memiliki kekayaan alam yang sungguh melimpah, namun masyarakatnya hidup dalam keterpurukan dan masalah besar, ibarat Si Cebol Hendak Menggapai Bulan. Inilah yang menjadi keprihatinan saya.
Sungguh luar biasa jika kita dapat memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua, inilah yang menjadi target utama saya melalui program “DPD Responsif” dengan konsep ‘’The Green of Leader’’ . Apabila hal ini berhasil, harapan saya mereka akan seperti rakyat Brunei Darusalam yang hidup dengan kesejahteraan dan keharmonisan karena didukung oleh SDA (minyak) yang melimpah, jika mereka bisa kita juga harus bisa. Indeks Pembangunan Manusia diantaranya diukur melalui pendidikan dan kekuatan ekonomi. Berikan daerah tertinggal akses pendidikan yang baik agar kelak generasi penerus akan mampu mengolah kekayaan alamnya sendiri dengan ilmu yang mereka miliki. Berdayakan mereka dalam pekerjaan melalui SDA daerahnya, karena ini akan menjadikan mereka sejahtera dan jangan pihak asing yang diberdayakan disana. Keberhasilan pada dua bidang ini nantinya akan berimbas pada bidang lain. Lambat laun daerah tertinggal tidak akan termarginalkan lagi.
Dalam menjalankan tugas, saya akan lebih responsif dan merakyat dengan mereka. Daerah tertinggal seperti Papua masih memiliki pemikiran primitif, terkadang mereka menaruh kecurigaan pada pejabat daerah. Strategi saya adalah melakukan sistem komunikasi yang baik dan membentuk sosialisasi yang lebih mendekat pada kehidupan mereka. Saya akan mengembangkan konsep “Green Mindset’’ artinya memiliki pola pikir positif untuk membangun mereka. Saya akan bersikap sederhana sebagai anggota dewan dan tidak hidup berlebihan dengan memegang konsep “Green Attitude”. Saya ingin menjadi inspirator bagi mereka dan tulus ingin membangun daerah tertinggal diawali dengan perbaikan mental yang berkarakter unggul melalui IPM.
Saya juga akan tegas pada pihak-pihak yang ingin mencoba untuk mempermainkan keadaan mereka. Saya akan lebih konservatif pada daerah dan rakyat yang saya pimpin. Bagi pihak yang mencoba ingin mempermainkan keadaan mereka, maka saya akan menjadi tonggak terdepan dalam menangani mereka. Sebagai anggota dewan saya juga akan menciptakan budaya mau meminta maaf jika saya memang benar-benar salah menjalankan wewenang dan siap untuk diadili sesuai hukum yang berlaku. Saya ingin menjalankan tugas secara profesional, karena bagi saya profesional dalam menjalankan tugas adalah segala-galanya.
Cintailah rakyat dan daerah yang kita pimpin. Bahu membahu adalah suatu proses yang penting dalam menjalankan tugas untuk kemajuan bersama. Saya ingin menjadi anggota dewan yang bijak dan berkarakter. We will never be better unless we try it. Intinya, mau di daerah manapun saya memimpin maka akan saya luruskan niat saya. Jangan berikan air mata pada mereka, tapi berikanlah mata air kehidupan untuk hidup yang lebih baik. Amin....